Skip to main content

follow us

Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit

Bayak reaksi kimia berlansung dalam lingkungan berair, misalnya reaksi pada tubuh manusia atau reaksi pada tumbuhan larutan sangat penting. Perlu diigat kembali bahwa larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya sedikit disebut zat terlarut sedangkan zat yang jumlahnya banyak disebut pelarut. Larutan dapat berwujud gas (misalnya udara), padat (misalnya kuningan), atau cair (misalnya air gula). Pembahasan tentang elektrolit dan non-elektrolit pada kesempatan ini adalah larutan yang zat terlarutnya zat padat, cair, atau gas, dengan pelarut air.

Pada awal ditemukannya listrik, banyak orang mencoba mempelajari pengaruh arus listrik terhadap zat padat, cair, dan gas. Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan, zat padat dapat dikelompokkan menjadi konduktor (dapat menghantarkan listrik, umumnya logam) dan isolator (tidak dapat menghantarkan listrik, umumnya non-logam). Selain zat padat, zat cair juga dapat dikelompokkan menjadi zat cair yang dapat menhangtarkan listrik (elektrolit) dan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik (non- elektrolik).

Suatu alat yang disebut alat uji elektrolit digunakan untuk meguji apakah suatu zat cair atau larutan dapat menghanarkan listrik atau tidak. Alat tersebut terdiri dari rangkaian electrode. Yang terbuat dari dua batang yang dapat menghantarkan listrik (dibuat dari grafik tembaga atau platina) dan bola lampu pijar. Dua batang electrode yang terpisah tersebut dimasukkan dalam wadah yang berisi sat cair atau larutan yang sudah diuji tersebut dapat menghantarkan listrik (eletrolik). Sebaliknya apabila zat cair atau larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik (non-elektrolik), maka lampu tidak meyala.

Baca Juga :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Jika ada yang mengganjal silahkan disampaikan via kotak komentar berikut. Tanya jawab PR juga boleh.
Buka Komentar