Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Reaksi Redoks Berdasarkan Bilangan Oksidasi

Dengan menggunakan konsep bilangan oksidasi, maka dari suatu reaksi redoks dapat diketahui zat mana yang mengalami reaksi reduksi dan zat mana yang mengalami reaksi oksidasi. Caranya, yaitu dengan memperhatikan perubahan bilangan oksidasi dari atom-atom yang terlibat reaksi.

Dengan memperhatikan perubahan bilangan oksidasi, maka : Reaksi Oksidasi adalah reaksi yang disertai dengan kenaikan bilangan oksidasi dan Reaksi Reduksi adalah reaksi yang disertai dengan penurunan bilangan oksidasi.

Contoh :


Atom hidrogen pada H2 mempunyai bilangan oksidasi 0 dan pada H2O mempunyai bilangan oksidasi +1. Jadi, bilangan oksidasi atom hidrogen naik dari 0 menjadi +1 sehingga reaksinya merupakan reaksi oksidasi.

Atom oksigen pada O2 mempunyai bilangan oksidasi 0 dan pada H2O mempunyai bilangan oksidasi -2. Jadi, bilangan oksidasi atom oksigen turun dari 0 menjadi -2 sehingga reaksinya merupakan reaksi reduksi.

Dengan menggunakan konsep perubahan bilangan oksidasi, maka reaksi reduksi dan oksidasi dari suatu reaksi redoks yang rumit dapat ditentukan.

Contoh :


Pada reaksi tersebut atom hidrogen dan oksigen tidak berubah bilangan oksidasinya, yang mengalami perubahan bilangan oksidasi hanya atom Cr dan atom C.


Sebagai bahan latihan bisa disimak latihan dan pembahasannya → Di Sini
Dg Tiro
Dg Tiro Bukan siapa-siapa, hanya orang biasa yang sedang belajar untuk selalu bisa bermanfaat bagi orang lain terutama orang-orang terdekat.

Posting Komentar untuk "Reaksi Redoks Berdasarkan Bilangan Oksidasi"