Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hidrokarbon dan Cara Memberi Nama Senyawa Alkana, Alkena dan Alkuna


Singkatnya, hidrokarbon merupakan senyawa kimia yang terdiri dari dari dua unsur, yakni Karbon (C) dan Hidrogen (H) dan mampu membentuk rantai panjang.

Jadi seperti menjadi rantai karbon. Misalnya adalah C2H6 (etana) sehingga senyawa kimianya yakni CH3­ – CH3. Nah jadi atom karbon saling berikatan satu sama lain. Inilah kelebihan dari unsur karbon. Unsur karbon mampu berikatan dengan unsur karbon lainnya.

Tata Nama Senyawa Alkana, Alkena, dan Alkuna

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai tata nama senyawa alkana, maka sebaiknya terlebih dahulu mengetahui alkil.

Gugus Alkil

Senyawa alkana, alkena, dan alkuna dapat memiliki cabang yang disebut dengan gugus alkil. Apa itu gugus alkil? Gugus alkil bisa disebutkan senyawa alkana yang telah kehilangan 1 atom H. Penamaan gugus alkil ini sebenarnya disesuaikan dengan nama alkananya tapi dengan mengganti akhiran -ana menjadi -il. Rumus alkil yakni:

CnH2n+1


Agar lebih mudah di pahami silahkan disimak penjelasan video singkat berikut untuk jenis-jenis alkil yang paling sering digunakan dalam penamaan senyawa alkana, alkena, dan alkun :


Senyawa Alkana

Penamaan gugus alkana dengan menggunakan akhiran -ana. Rumus umum senyawa alkana yakni:

CnH2n+2


Langkah-langkah tata nama senyawa alkana yakni:
  1. Tentukan rantai C terpanjang pada alkana (fokus terhadap atom C)
  2. Tentukan juga cabang dari alkana, yakni gugus alkil.
  3. Lakukan penomoran pada senyawa alkana, yakni rantai C terpanjang dengan penomoran dimulai yang paling dekat cabang/gugus alkil.
  4. Jika terdapat dua atau lebih gugus alkil, cukup tulis satu kali gugus alkil dengan diberi awalan. Misalkan di, jika memiliki dua gugus alkil (di = 2, tri = 3, tetra = 4, penta = 5).
  5. Alkil ditulis dengan menurut urutan pada alfabet. Misal ada gugus metil dan etil. Secara alfabet, e lebih dahulu dibanding m. Maka ditulis etil terlebih dahulu lalu metil, etil-metil.
  6. Secara singkat, penulisan nama alkana seperti ini :
    tentukan rantai utama–tentukan nama alkil–tentukan nama rantai utama.
Contoh 1
2-metil butana:


Contoh 2
2,3-dimetil pentana:


Contoh 3
4-etil-2-metil heksana:


Agar lebih mudah dipahami untuk pemberian nama senyawa alkana ini, bisa disimak pada video singkat di bawah :


Senyawa Alkena

Penamaan gugus alkil ini sebenarnya disesuaikan dengan nama alkananya tapi dengan mengganti akhiran -ana menjadi -ena. Rumus umum senyawa alkena yakni:

CnH2n


Langkah-langkah tata nama senyawa alkena yakni:
  1. Tentukan rantai C terpanjang pada alkena (fokus terhadap atom C)
  2. Tentukan gugus alkil.
  3. Lakukan penomoran pada senyawa alkena, yakni rantai C terpanjang dengan penomoran dimulai yang paling dekat dengan rantai rangkap.
  4. Jika terdapat dua atau lebih gugus alkil, cukup tulis satu kali gugus alkil dengan diberi awalan. Misalkan di, jika memiliki dua gugus alkil (di=2, tri=3, tetra=4, penta=5).
  5. Alkil ditulis dengan menurut urutan pada alfabet. Misal ada gugus metil dan etil. Secara alfabet, e lebih dahulu dibanding m. Maka ditulis etil terlebih dahulu lalu metil, etil-metil.
  6. Secara singkat, penulisan nama alkena seperti ini:
    posisi alkil–nama alkil–posisi rangkap- rantai utama.
Contoh 1
2-metil-1-butena


Contoh 2
2,3-dimetil-1-pentena


Contoh 3
4-etil-2-metil-2-heksena


Agar lebih mudah di pahami silahkan, bisa disimak juga penjelasan video singkat berikut terkait dengan penamaan pada senyawa alkena :

 
Senyawa Alkuna

Penamaan gugus alkil ini sebenarnya disesuaikan dengan nama alkananya tapi dengan mengganti akhiran -ana menjadi -una. Rumus umum senyawa alkuna yakni:

CnH2n-2


Langkah-langkah tata nama senyawa alkuna yakni:
  1. Tentukan rantai C terpanjang pada alkuna (fokus terhadap atom C)
  2. Tentukan gugus alkil.
  3. Lakukan penomoran pada senyawa alkuna, yakni rantai C terpanjang dengan penomoran dimulai yang paling dekat dengan rantai rangkap.
  4. Jika terdapat dua atau lebih gugus alkil, cukup tulis satu kali gugus alkil dengan diberi awalan. Misalkan di, jika memiliki dua gugus alkil (di=2, tri=3, tetra=4, penta=5).
  5. Alkil ditulis dengan menurut urutan pada alfabet. Misal ada gugus metil dan etil. Secara alfabet, e lebih dahulu dibanding m. Maka ditulis etil terlebih dahulu lalu metil, etil-metil.
  6. Secara singkat, penulisan nama alkuna seperti ini:
    posisi alkil–nama alkil–posisi rangkap- rantai utama.
Contoh 1
4-metil-2-pentuna


Contoh 2
3,4-dimetil-1-pentuna


Contoh 3
4-etil-4-metil-2-heksuna


Agar lebih mudah di pahami silahkan, bisa disimak juga penjelasan video singkat berikut terkait dengan penamaan pada senyawa alkuna :

 
Sekian untuk postingan kali ini semoga bermanfaat. Dan silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar berikut jika ada yang ingin ditanyakan terkait materi di atas.
Dg Tiro
Dg Tiro Bukan siapa-siapa, hanya orang biasa yang sedang belajar untuk selalu bisa bermanfaat bagi orang lain terutama orang-orang terdekat.

Posting Komentar untuk "Hidrokarbon dan Cara Memberi Nama Senyawa Alkana, Alkena dan Alkuna"