Ringkasan Bagian Penting Materi MINYAK BUMI


Setelah mempelajari materi ini, berikut indikator yang diharapkan bisa dicapai :
  1. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam.
  2. Menjelaskan komponen-komponen utama penyusun minyak bumi.
  3. Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi.
  4. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya.
  5. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan.

Materi :

1. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam
Keberadaan minyak bumi di alam merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun silam. Organisme-organisme tersebut kemudian dibusukkan oleh mikroorganisme dan kemudian terkubur dan terpendam dalam lapisan kulit bumi. Dengan tekanan dan suhu yang tinggi, maka setelah jutaan tahun lamanya, material tersebut berubah menjadi minyak yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir. Oleh karena pori-pori batu kapur bersifat kapiler, maka dengan prinsip kapilaritas, minyak bumi yang terbentuk tersebut perlahan-lahan bergerak ke atas. Ketika gerakan tersebut terhalang oleh batuan yang tidak berpori, maka terjadilah penumpukan minyak dalam batuan tersebut.

2. Menjelaskan komponen-komponen utama penyusun minyak bumi
A. Golongan Alkana
Golongan alkana yang tidak bercabang terbanyak adalah n-oktana, sedang alkana bercabang terbanyak adalah isooktana (2,2,4-trimetilpentana).


B. Golongan Sikloalkana
Golongan sikloalkana yang terdapat pada minyak bumi adalah siklopentana dan sikloheksana.


C. Golongan Hidrokarbon Aromatik
Golongan Hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam minyak bumi adalah benzena.


D. Senyawa-senyawa lain
Senyawa-senyawa mikro yang lain, seperti senyawa belerang berkisar 0,01 - 7%, senyawa nitrogen berkisar 0,01 - 0,9%, senyawa oksigen berkisar 0,06 - 0,4% dan mengandung sedikit senyawa organologam yang mengandung logam vanadium dan nikel.

3. Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi
Pada prinsipnya pengolahan minyak bumi dilakukan dengan dua langkah, yaitu desalting dan distilasi.

A. Desalting
Proses desalting merupakan proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan air, tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air.

Pada proses ini juga ditambahkan asam dan basa dengan tujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa selain hidrokarbon. Setelah melalui proses desalting, maka selanjutnya minyak akan menjalani proses distilasi.

B. Distilasi
Minyak mentah yang telah melalui proses desalting kemudian diolah lebih lanjut dengan proses distilasi bertingkat, yaitu cara pemisahan campuran berdasar perbedaan titik didih.

Fraksi-fraksi yang diperoleh dari proses distilasi bertingkat ini adalah campuran hidrokarbon yang mendidih pada interval (range) suhu tertentu. Proses distilasi bertingkat dan fraksi yang dihasilkan dari distilasi bertingkat tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.



Fraksi-fraksi yang didapatkan setelah proses destilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming, polimerisasi, treating, dan blending.
1. Reforming
Reforming merupakan suatu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.


2. Polimerisasi
Polimerisasi merupakan suatu cara penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks.

3. Treating
Treating merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.

4. Blending
Blending merupakan proses penambahan zat aditif.


4. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya.
Kualitas bensin dinyatakan dengan bilangan oktan, yaitu bilangan yang menunjukkan jumlah isooktana dalam bensin. Bilangan oktan ini menyatakan kemampuan bahan bakar dalam mengatasi ketukan (knocking) saat terbakar dalam mesin. Semakin besar bilangan oktan, semakin tinggi kualitas bensin. Sebagai pembanding, dapat dilihat dari nilai yang seharusnya dimiliki oleh n-heptana dan isooktana:

  • n-heptana diberi nilai oktan = 0, karena zat ini menimbulkan knocking yang sangat hebat.
  • isooktana diberi nilai = 100, karena menimbulkan sedikit knocking (tidak menimbulkan knocking).

Sampai saat ini terdapat tiga jenis bensin, yaitu premix, premium, dan super TT. Premix (campuran premium dengan zat aditif MTBE), mempunyai nilai oktan 94, berarti kualitas bahan bakar setara dengan campuran 94% isooktana dan 6% n-heptana. Premium mempunyai nilai oktan 80-85, sedangkan super TT mempunyai nilai oktan 98.Untuk meningkatkan bilangan oktan bensin, ditambahkan satu zat yang disebut TEL (tetraetil lead) atau tetraetil timbal.

Subscribe this Blog:

Belum ada Komentar untuk "Ringkasan Bagian Penting Materi MINYAK BUMI"

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik postingan halaman ini. Centang "Beri tahu saya" untuk mendapatkan pemberitahuan balasan komentar anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel