Skip to main content

follow us

Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen adalah tarik-menarik antara dipol-dipol antara atom hidrogen dalam senyawa yang melibatkan ikatan antara hidrogen dengan atom elektronegatif misalnya N, O dan F. Ikatan hidrogen ini berawal dari kajian terhadap titik didih beberapa molekul hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, VA, VIA dan VIIA pada sistem periodik.


Pada deretan hidrida golongan IVA (CH4, SiH4, GeH4, dan SnH4) terdapat kenaikan titik didih yang teratur dari CH4 ke GeH4. Hal ini dapat dijelaskan menurut gaya Van Der Waals yang bekerja pada molekul-molekul tersebut. Massa molekul CH4 paling kecil, maka gaya Van Der Waals yang bekerja padanya paling lemah. Oleh karena itu, titik didihnya paling rendah.

Penjelasan di atas tidak sesuai lagi dengan sifat molekul NH3, H2O, dan HF pada masing-masing kelompoknya. Di antara hidrida unsur golongan VA (NH3, PH3, AsH3, dan SbH3), molekul NH3 paling kecil massa rumusnya, sehingga seharusnya titik didih NH3 paling rendah. Tetapi faktanya, titik didih NH3 yang paling tinggi. Demikian pula titik didih H2O yang paling tinggi diantara hidrida golongan VIA (H2O, H2S, H2Se, dan H2Te). Demikian pula untuk hidrogen halida HF yang mempunyai titik didih tertinggi di antara hidrogen halida yang lain.

Tingginya titik didih NH3, H2O, dan HF disebabkan pada molekul-molekul tersebut terjadi ikatan hidrogen yang lebih berpengaruh daripada gaya Van Der Waals yang ada. Pada molekul CH4 tidak terjadi ikatan hidrogen, maka titik didih CH4 tetap paling rendah di antara molekul-molekul hidrida golongan IVA yang lain.

Terjadinya ikatan hidrogen pada NH3, H2O, dan HF diduga akibat adanya ikatan H-O, H-N, dan H-F. Ikatan hidrogen tersebut terjadi karena atom-atom N, O, dan F sangat elektronegatif sehingga menyebabkan atom-atom tersebut masih mampu mengikat atom hidrogen dari molekul yang lain.

Ikatan hidrogen tidak hanya terjadi pada molekul-molekul NH3, H2O, dan HF, tetapi terjadi setiap senyawa yang mempunyai ikatan N-H, O-H, dan F-H. Senyawa etanol dan dimetil eter mempunyai massa rumus yang sama tetapi titik didih etanol lebih tinggi daripada dimetil eter. Hal ini juga disebabkan pada etanol terjadi ikatan hidrogen sedangkan pada dimetil eter tidak.

Untuk lebih mendalami materi ini silahkan di simak soal uji kompetensi DI SINI

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Jika ada yang mengganjal silahkan disampaikan via kotak komentar berikut. Tanya jawab PR juga boleh.
Buka Komentar