Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjelaskan Sifat dan Kegunaan Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari + Soal & Pembahasan

Menjelaskan Sifat dan Kegunaan Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari + Soal & Pembahasan

Tujuan Pembelajaran :

Dengan mendalami materi koloid, terutama sifat dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari dari berbagai sumber belajar, peserta dapat menjelaskan sifat dan kegunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari.

Uraian Materi :

SIFAT KOLOID

Berikut ini adalah sifat-sifat yang dimiliki koloid, yaitu:

1. Efek Tyndall: efek penghamburan cahaya dalam sistem koloid.

2. Gerak Brown: gerak berliku-liku partikel dalam sistem koloid secara lurus, tetapi arahnya tak menentu.

3. Koagulasi: pengendapan/penggumpalan dari partikel-partikel koloid. Contoh: terbentuknya delta.

4. Elektroforesis: terpengaruhnya partikel-partikel koloid oleh medan listrik. Contoh: pengendapan partikel debu pada cerobong asap pabrik dengan alat Cottrell.

5. Adsorpsi: terjadinya partikel koloid yang bermuatan karena adanya penyerapan ion pada permukaan partikel koloid. Contoh: partikel Fe(OH)₃ dalam air akan menyerap ion H⁺ : bermuatan positif, partikel AS₂S₃ bermuatan negatif karena menyerap ion-ion negatif.

6. Dialisis: cara untuk menghilangkan ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid.

7. Koloid Pelindung: kemampuan koloid untuk melindungi koloid lain dengan membentuk lapisan bagian luar sehingga koloid tidak mudah mengendap. Contoh: pada es krim ditambah gelatin yang mencegah pembentukan es batu.

8. Koloid Liofil dan Liofob

Koloid liofob: koloid yang tidak suka pada mediumnya, contoh: sol belerang, sol Fe(OH)₃ dan sol-sol logam.

Koloid liofob: koloid yang suka pada mediumnya, contoh : sabun, detergen, agaragar, kanji, gelatin.

9. Mekanisme kerja sabun dan deterjen: sabun memiliki bagian hidrofil sebagai kepala dan bagian hidrofob sebagai ekor. Bagian ekor (non polar) melekat pada minyak (non polar), bagian kepala (polar) ditarik oleh air (polar) sehingga lemak lepas dari pakaian.

Adapun kegunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:

1. Pengendap Cottrell dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara dari pabrik dan sekaligus untuk memperoleh kembali debu yang berharga (debu logam).

2. Dalam proses industri pembuatan sarung tangan dari karet, karet diendapkan pada cetakan berbentuk tangan secara elektroforesis.

3. Partikel tanah liat dalam air sungai merupakan koloid yang akan mengendap jika bertemu dengan air laut, sehingga terjadilah delta di daerah muara.

4. Prinsip adsorpsi digunakan untuk memurnikan gula. Prosesnya, yaitu gula kotor itu dilarutkan dalam air panas, lalu dialirkan melalui sistem koloid yang berupa tanah diatom (mineral halus berpori) dan arang tulang. Kotoran pada gula yang berwarna akan diadsopsi oleh tanah diatom dan arang tulang, sehingga kita dapat memperoleh gula yang putih dan bersih.

5. Untuk mewarnai serat wol, kapas atau sutra digunakan cara adsorpsi. Serat yang akan diwarnai dicampurkan dengan garam Al₂(SO₄)₃, lalu dicelupkan dalam larutan zat warna. Koloid Al(OH)₃, yang terbentuk akibat hidrolisa Al₂(SO₄)₃ akan mengadsorpsi zat warna.

6. Serbuk karbon yang terkenal dengan norit dapat menyembuhkan sakit perut dengan cara adsorpsi. Dalam usus, campuran serbuk karbon dengan air akan membentuk sistem koloid yang mampu mengadsorpsi dan membunuh bakteribakteri yang berbahaya.

7. Pembersihan dengan sabun berlangsung dengan cara adsopsi. Buih sabun mempunyai permukaan yang luas, sehingga mampu mengemulsikan kotoran yang melekat pada benda yang dicuci.

8. Daya adsopsi dari koloid-koloid dalam tanah (koloid tanah liat dan koloid humus) akan mampu menahan bahan-bahan makanan yang diperlukan tumbuh-tumbuhan, sehingga tidak terbawa oleh air hujan

Soal dan Pembahasan :

Soal + Pembahasan No. 1

Buih sabun merupakan salah satu jenis koloid gas dalam cair. Buih sabun dapat mengikat kotoran berdasarkan sifatnya yang memiliki bagian kepala yang bersifat ionik dan bagian ekor bersifat non polar (rantai hidrokarbon). Ketika memilih jenis sabun, maka sabun yang baik adalah sabun yang buihnya...

A. banyak, karena daya ikatnya terhadap kotoran lebih besar

B. banyak, karena berarti mengandung surfaktan yang lebih banyak

C. sedikit, tetapi kandungan molekul ionik dan non polarnya besar

D. sedikit karena menghemat air ketika membilas dan tidak merusak kulit

E. sedikit, tetapi buih yang dihasilkan besar-besar ukurannya


Pembahasan :

Buih merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi padat dan cair. Molekul sabun terdiri dari dua bagian, yaitu bagian ionik (kepala) yang mudah larut dalam air dan rantai hidrokarbon (ekor) yang mudah larut dalam minyak.

Menjelaskan Sifat dan Kegunaan Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari + Soal & Pembahasan

Sabun membentuk misel (kumpulan molekul sabun yang terdispersi dalam air) jika dilarutkan dalam air. Bagian ekor cenderung mengikat kotoran yang mengandung minyak. Bagian kepala melepaskan kotoran sedikit demi sedikit dan dilingkupi oleh misel-misel. Sabun bersifat menurunkan tegangan permukaan air, sehingga memiliki sifat ”membersihkan” yang disebut surfactance

Menjelaskan Sifat dan Kegunaan Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari + Soal & Pembahasan

JAWABAN : C


Soal + Pembahasan No. 2

Jika minyak kelapa dicampur dengan air, akan terjadi dua lapisan yang tidak saling bercampur. Suatu koloid berbentuk emulsi akan terjadi bila campuran ini dikocok dengan penambahan...

A. air panas

B. aie es

C. larutan gula

D. sabun

E. minyak tanah


Pembahasan :

Dua cairan yang tidak dapat bercampur/bersatu dapat dicampurkan dengan bantuan zat pemersatu kedua cairan tersebut yang dinamakan zat emulgator. Minyak kelapa dengan air dapat bercampur dengan zat emulgator, yaitu sabun.

JAWABAN : D


Soal + Pembahasan No. 3

As₂S₃ adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Dalam larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah...

A. kalium fosfat

B. magnesium sulfat

C. ferri hidroksida

D. barium nitrat

E. kalsium oksida


Pembahasan :

Oleh karena As₂S₃ bermuatan negatif, maka dapat dikoagulasikan oleh koloid yang bermuatan positif, yaitu ferri hidroksida atau Fe(OH)₃.

JAWABAN : C


Sumber pustaka :

Supriano. 2019. Bahan Ajar Kimia. Jakarta : Kemdikbud

Dg Tiro
Dg Tiro Bukan siapa-siapa, hanya orang biasa yang sedang belajar untuk selalu bisa bermanfaat bagi orang lain terutama orang-orang terdekat.

Posting Komentar untuk "Menjelaskan Sifat dan Kegunaan Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari + Soal & Pembahasan"