Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menentukan Jenis Pereaksi Untuk Mengidentifikasi Suatu Zat Organik/Anorganik + Soal & Pembahasan

Menganalisis Sifat AsamBasa Suatu Spesies Berdasarkan Teori Asam Basa + Soal & Pembahasan

Tujuan Pembelajaran :

Dengan mendalami berbagai uji kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa organik/anorganik, peserta dapat menentukan jenis pereaksi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara kualitatif suatu zat organik/anorganik.

Uraian Materi :

UJI KUALITATIF BERBAGAI SENYAWA ORGANIK/ANORGANIK

Analisis atau uji kualitatif adalah uji yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya senyawa atau zat organik/anorganik tertentu. Untuk uji kualitatif senyawa organik, diantaranya uji terhadap senyawa karbohidrat, protein, dan lipid.

Untuk senyawa karbohidrat ada beberapa uji yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Uji Molisch, uji umum untuk karbohidrat yang ditunjukkan dengan terbentuknya cincin ungu pada bidang batas antar dua larutan.
  2. Uji Benedict, untuk menguji adanya gula pereduksi yang terdapat dalam beberapa senyawa karbohidrat yang memiliki gugus aldehid (golongan aldosa) yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata, seperti glukosa, galaktosa, maltosa, laktosa.
  3. Uji Fehling, sama dengan uji Benedict.
  4. Uji Barfoed, untuk menguji adanya gula pereduksi, tetapi reagen Barfoed dapat membedakan antara monosakarida dengan disakarida, yaitu dibedakan berdasarkan waktu terbentuknya endapan merah bata, dimana monosakarida lebih cepat daripada disakarida.
  5. Uji Seliwanoff, untuk menguji adanya gugus keton (golongan ketosa) yang ditandai dengan terbentuknya warna merah ceri, seperti fruktosa.
  6. Uji iodium, untuk menguji adanya amilum yang ditunjukkan dengan terbentuknya warna biru.
  7. Uji Tollens, untuk membedakan antara karbohidrat yang memiliki gugus keton dan aldehid berdasarkan kemudahannya mengalami oksidasi. Karbohidrat yang memi-liki gugus aldehid akan menghasilkan endapan cermin perak, sedangkan karbohi-drat yang memiliki gugus keton tidak menghasilkan endapan cermin perak, karena pada keton tidak terdapat atom H yang terikat langsung pada gugus karbonil, sehingga keton tidak mampu mereduksi larutan Tollens.

Untuk senyawa protein ada beberapa uji yang dapat dilakukan, diantaranya:

  1. Uji Biuret, uji umum untuk protein yang ditunjukkan dengan terbentuknya warna ungu. Uji ini mengidentifikasi adanya ikatan peptida antar asam amino.
  2. Uji Millon, uji umum untuk protein yang ditunjukkan dengan terbentuknya warna merah.
  3. Uji Hopkins Cole, untuk menguji adanya asam amino triptophan yang ditunjukkan dengan terbentuknya cincin ungu pada bidang batas.
  4. Uji Xanthoprotein, untuk menguji adanya asam amino, tirosin, triptophan, phenil alanin yang ditunjukkan dengan terbentukanya warna jingga.
  5. Uji Sakaguchi, untuk menguji adanya asam amino arginin yang ditunjukkan dengan terbentuknya warna merah.
  6. Uji Pauly, untuk menguji adanya asam amino histidin dan tirosin yang ditandai dengan terbentuknya warna merah.
  7. Uji Folin Ciocalteu, untuk menguji adanya asam amino tirosin yang ditunjukkan dengan terbentuknya warna biru.

Untuk senyawa lipid ada beberapa uji yang dapat dilakukan, diantaranya:

  1. Uji akrolein, untuk menguji adanya gliserol dalam lipid yang ditunjukkan dengan bau khas menyengat akrolein.
  2. Uji ketidakjenuhan, untuk menguji banyaknya ikatan rangkap dalam senyawa lipid dengan prinsip semakin tidak jenuh (ikatan rangkap banyak) semakin banyak tetes larutan brom dalam kloroform dibutuhkan. Jika warna brom tidak berubah lagi berarti telah habis ikatan rangkap yang diadisi.
  3. Uji Salkowski, untuk menguji adanya kolesterol yang ditandai dengan terbentuknya cincin coklat yang menunjukkan terjadinya reaksi antara kolesterol dengan asam sulfat pekat.
  4. Uji Lieberman-Buchard, untuk menguji adanya kolesterol yang ditandai dengan terbentuknya warna hijau yang menunjukkan reaksi antara kolesterol dengan asam asetat anhidrat.
  5. Uji penyabunan, untuk menguji terjadinya reaksi penyabunan antara asam lemak dengan NaOH/KOH yang ditandai dengan terbentuknya busa.

Soal dan Pembahasan :

Soal + Pembahasan No. 1

Seorang anak diminta oleh gurunya untuk menguji adanya fruktosa dalam madu murni. Uji yang tepat untuk dipilih anak tersebut adalah uji...

A. Seliwanoff

B. Molisch

C. Biuret

D. Millon

E. Barfoed


Pembahasan :

Fruktosa adalah salah satu monosakarida dari jenis karbohidrat yang memiliki gugus keton (golongan ketosa). Keberadaannya dapat diidentifikasi dengan menggunakan uji Seliwanoff yang memang khusus untuk menguji adanya senyawa karbohidrat yang memiliki gugus keton. Uji Molisch merupakan uji umum untuk semua karbohidrat, uji Biuret merupakan uji umum untuk semua jenis protein, uji Millon terutama untuk menguji adanya asam amino tirosin, dan uji Barfoed untuk menguji adanya gugus gula reduksi (gugus aldehid) pada senyawa karbohidrat.

JAWABAN : A


Soal + Pembahasan No. 2

Dina diminta oleh gurunya untuk membedakan glukosa dan maltosa dari dua sampel yang diberikan. Uji yang tepat untuk dipilih Dina adalah uji...

A. Seliwanoff

B. Molisch

C. Benedict

D. Fehling

E. Barfoed


Pembahasan :

Glukosa adalah salah satu monosakarida dan maltosa adalah salah satu disakarida. Keduanya dapat dibedakan dengan uji Barfoed, karena uji ini dikhususkan untuk membedakan monosakarida dengan disakarida berdasarkan gugus pereduksi yang dimiliki. Glukosa dengan reagen Barfoed akan menghasilkan endapan merah bata dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan maltosa yang harus dipanaskan terlebih dahulu dalam penangas air didih. Meskipun uji Benedict dan Fehling juga digunakan untuk menguji adanya gula pereduksi, namun keduanya tidak dapat membedakan antara monosakarida dengan disakarida.

JAWABAN : E


Soal + Pembahasan No. 3

Santi diberi beberapa sampel bahan yang mengandung protein oleh gurunya dan diminta menguji sampel mana saja yang mengandung asam amino triptophan. Uji yang tepat untuk dipilih Santi adalah uji...

A. Millon

B. Biuret

C. Hopkins Cole

D. Xanthoprotein

E. Sakaguchi


Pembahasan :

Uji Hopkins Cole adalah uji spesifik untuk menunjukkan adanya asam amino triptophan. Pereaksi yang dipakai mengandung asam glioksilat. Kondensasi 2 inti induk dari trptofan oleh asam glioksilat akan menghasilkan senyawa berwarna ungu. Reaksi positif ditunjukkan dengan adanya cincin ungu pada bidang batas.

JAWABAN : C


Sumber pustaka :

Supriano. 2019. Bahan Ajar Kimia. Jakarta : Kemdikbud

Dg Tiro
Dg Tiro Bukan siapa-siapa, hanya orang biasa yang sedang belajar untuk selalu bisa bermanfaat bagi orang lain terutama orang-orang terdekat.

Posting Komentar untuk "Menentukan Jenis Pereaksi Untuk Mengidentifikasi Suatu Zat Organik/Anorganik + Soal & Pembahasan"