Skip to main content

follow us

Perkembangan Sistem Periodik Unsur Dan Dasar-Dasar Pengelompokan Unsur

Perkembangan Sistem Periodik Unsur Dan Dasar-Dasar Pengelompokan Unsur

a. Triade Dobereiner
Triade Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan persamaan sifatnya dan diurutkan massa atomnya, dimana setiap kelompok terdiri dari tiga unsur dengan massa unsur yang di tengah merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Tiga unsur yang sifatnya mirip ini disebut dengan unsur sekeluarga atau Triade.

Baca juga : Menjelaskan Sifat-Sifat Keperiodikan Unsur

b. Teori Oktaf Newlands
Dalam mempelajari sifat unsur, Dobereiner hanya menitik beratkan pada hubungan masing-masing unsur dalam triade dan tidak berhasil menjelaskan hubungan antaratriade yang satu dengan yang lain. Baru pada tahun 1865, John Newlands yang juga seorang pengemar musik menysusn daftar unsur yang lebih banyak melibatkan unsur-unsur yang sudah dikenal pada saat itu. Susunan Newlands tersebut menunjukkan bahwa bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka setelah atom ke delapan akan didapatkan unsur yang mirip dengan unsur ke dua, dan seterusnya.

Kecenderungan tersebut dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newlands : Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom, maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah unsur kedelapan.

Baca juga : Menjelasksn Hubungan Konfigurasi Elektron Dengan Sistem Periodik Unsur

c. Sistem Periodik Mendeleev
Pada tahun 1869 Dmitri Ivanovich Mendeleev, seorang ilmuwan Rusia, membuat daftar unsur-unsur yang didasarkan pada sifat fisis dan sifat kimia dihubungkan dengan massa atom unsur. Penyususn sebelumnya hanya menitik beratkan pada sifat fisis saja. Susunan Mendeleev tersebut merupakan sistem periodik pertama yang sering disebut Sistem Periodik Unsur bentuk pendek.

Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Dari susunan tersebut didapatkan hukum periodik, dimana sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom. Artinya, bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka sifat unsur akan berulang secara periodik.

d. Sistem Periodik Modern
H. G. J. Moseley pada sekitar perang dunia 1 berhasil menemukan kesalahan pada sistem peiodik yang dibuat Mendeleev, yaitu terdapat unsur yang terbalik letaknya. Seteleh mempelajari lebih lanjut, Moseley menemukan bahwa keperiodikan sifat tidak didasarkan pada massa atom, tetapi didasarkan pada nomor atom atau muatan inti.

Susunan periodik yang disusun oleh Moseley akhirnya berkembang lebih baik sampai didapatkan bentuk seperti sekarang dengan mengikuti hukum periodik, bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atom.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Jika ada yang mengganjal silahkan disampaikan via kotak komentar berikut. Tanya jawab PR juga boleh.
Buka Komentar