Kenapa Hidrokarbon Dengan Rantai Lurus Memiliki Titik Didih Lebih Tinggi Dibandingkan Rantai Bercabang


Secara umum pada senyawa Hidrokarbon baik itu Alkana, Alkena, ataupun Alkuna semakin besar massa molekul relatif atau semakin panjang rantai karbonnya maka akan semakin tinggi titik leleh, titik didih, dan massa jenisnya.

Pada rantai yang lurus, terdapat luas bidang permukaan yang lebih banyak dibandingkan pada rantai bercabang sehingga memungkinkan adanya suatu gaya tarik yang disebut Gaya Van deer Wals. Semakin luas bidang sentuhnya, maka makin besar pula gaya tarik antar molekul yang ditimbulkan, sehingga energi untuk memutuskan gaya tersebut semakin besar.

Semakin besar energi yang diperlukan, maka semakin tinggi kalor yang dibutuhkan sehingga titik didih molekulpun akan menjadi semakin tinggi.

Sedangkan pada senyawa bercabang, terdapat struktur yang tidak kompak atau tidak rata atau tidak merata yang menyebabkan gaya Van deer Wals yang terbentuk lebih lemah sehingga diperlukan energi lebih sedikit, sehingga titik didihnya lebih rendah.

Jadi Hubungannya yaitu pada pengaruh bidang sentuh atau luas permukaan sentuh dari senyawa sehingga berpengaruh terhadap gaya antar molekul yang dihasilkan, semakin besar gaya maka energi yang dibutuhkan pun akan semakin tinggi sehingga kebutuhan kalor juga meningkat maka titik didih ataupun titik lelehnya akan semakin tinggi pula.

Semoga bisa dimengerti dan dipahami.

Subscribe this Blog:

Belum ada Komentar untuk "Kenapa Hidrokarbon Dengan Rantai Lurus Memiliki Titik Didih Lebih Tinggi Dibandingkan Rantai Bercabang"

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik postingan halaman ini. Centang "Beri tahu saya" untuk mendapatkan pemberitahuan balasan komentar anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel