Skip to main content

follow us

Sifat Asam dan Basa


Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, zat-zat yang berasa masam mengandung asam misalnya asam sitrat pada jeruk, asam cuka pada cuka makanan, serta asam benzoat yang di gunakan sebagai pengawet makanan. Basa merupakan senyawa yang mempunyai sifat licin, rasanya pahit, dan jenis basa tertentu bersifat caustic atau membakar, misalnya natrium hidroksida atau soda api.

Meskipun asam dan basa dapat dibedakan dari rasanya, tetapi tidak disarankan (dilarang) untuk mencicipi asam atau basa yang ada di laboratorium. Asam dan basa dapat dibedakan menggunakan zat tertentu yang disebut indikator atau dengan menggunakan alat khusus.

Larutan asam dan basa dapat diperoleh dengan melarutkan asam atau basa secara langsung ke dalam air. Selain itu larutan ini juga dapat di peroleh melalui reaksi antara senyawa oksida dengan air. Reaksi antara oksida asam dengan air akan menghasilkan larutan asam, sedangkan reaksi antara oksida basa dengan air akan memnghasilkan larutan basa. Larutan basa juga dapat dihasilkan dari reaksi antara logam reaktif dengan air.

Oksida adalah senyawa antara unsur tertentu dengan oksigen. Oksida asam merupakan oksida yang berasal dari unsur nonlogam dengan oksigen misalnya, CO2; SO2; P2O5; Cl2O7; dan sebagainya. Oksida asam jika bereaksi dengan air akan menghasilkan larutan asam.

Contoh :
CO2(g) + H2O(I) ==> H2CO3(aq)
SO3(g) + H2O(l) ==> H2SO4(aq)
P2O5(s) + 3H2O(l) ==> 2H3PO4(aq)
Cl2O7(g) + H2O(l) ==> 2HClO4(aq)

Oksida basa merupakan oksida yang berasal dari unsure logam dengan oksigen, misalnya Na2O; CaO; Fe2O3; dan sebagainya. Oksida basa jika bereaksi dengan air akan menghasilkan larutan basa.

Contoh :
Na2O(s) + H2O(l) ==> 2NaOH(aq)
CaO(s) + H2O(l) ==> Ca(OH)2(aq)
Fe2O3(s) + 3H2O(l) ==> 2Fe(OH)3(aq)

Di antara senyawa oksida, ada yang disebut dengan oksida indiferen, yaitu oksida yang tidak dapat membentuk asam maupun basa, misalnya CO dan NO. Selain itu, ada juga oksida amfoter, yaitu oksida yang dapat membentuk asam ataupun basa tergantung lingkungannya. Pada saat lingkungan asam akan menjadi basa, tetapi pada saat lingkungannya basa akan bersifat sebagai asam, misalnya Al2O3 dan ZnO.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Jika ada yang mengganjal silahkan disampaikan via kotak komentar berikut. Tanya jawab PR juga boleh.
Buka Komentar